Fatwa MUI: Hukumnya HARAM Memakai Atribut Natal, Ini Kata Menag Lukman

Fatwa MUI: Hukumnya HARAM Memakai Atribut Natal, Ini Kata Menag Lukman

- in Nasional
324
0
Fatwa MUI No. 56 Tahun 2016Fatwa MUI No. 56 Tahun 2016

ZONAPOS.COM – Fatwa MUI: Hukumnya HARAM Memakai Atribut Natal, Ini Kata Menag Lukman Seperti diketahui apabila belum lama ini pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) langsung memberikan Fatwa terkait hukum Haram bagi Umat Islam dimanapun untuk memakai semua atribut natal. Kontan saja Fatwa MUI tersebut sampai saat ini langsung menjadi kontroversi, banyak yang mendukung dan ada juga yang kurang setuju. Lalu bagaimana kata menteri Agama menanggapi soal masalah ini.

Menteri Agama menegaskan terkait Fatwa MUI tersebut, apabila fatwa yang mengikat tentang haramnya mengenakan atribut Non-Muslim seperti Natal seharusnya dikembalikan lagi pada jati diri Muslim tersebut, apakah mau ikut aturan ataukah tidak. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, fatwa adalah salah satu pendapat hukum yang dituangkan oleh para ahli hukum Islam yang bertanya dan MUI memberikan jawabannya. Sehingga fatwa MUI mengikat pada yang bertanya, apabila kepada yang tidak bertanya maka tidak mengikat.

”Soal Fatwa MUI pastinya berpulang kepada Umat Muslim, apakah mereka mau mengikuti fatwa tersebut ataukah tidak. Fatwa tersebut yang jelas bukan menjadi sebuah putusan pengadilan. Namun dengan hal ini, menurut saya, sebaiknya ditanyakan pada ulama yang mempunya kapasitas terbaik,” tandas Menag Lukman.

Lukman menegaskan jika Fatwa MUI terkait larangan menmakai atribut Non Muslim seperti Natal ini hanyalah fatwa ulama dan tidak ada sangkut pautnya dengan Menag, Fatwa tersebut murni sebagai pandangan hukum dari keagamaan ulama terkait pertanyaan dari yang memang meminta. Selanjutnya apabila ada ormas yang lakukan sweeping pada orang yang gunakan atribut nonmuslim seharusnya jangan sampai ada.

Seperti diketahui, apabila pihak MUI rilis Fatwa MUI No. 56 Tahun 2016 terkait hukum HARAM bagi Umat Islam dalam memakai semua atribut Non Muslim seperti Salib, dan lainnya. Hal ini dikarenakan selalu ada saja perusahaan yang meminta pegawainya yang muslim jika masuk hari natal untuk memakai atribut mereka. walaupun begitu, MUI melalui Komosi Fatwa tetap mengharapkan semua Umat Islam bisa menjaga kerukunan antar umat beragama.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *