Terkait Hukum ‘Ucapan Selamat Natal’, Ketua PBNU dan MUI Memperbolehkan Asal Untuk Nabi Isa AS

Terkait Hukum ‘Ucapan Selamat Natal’, Ketua PBNU dan MUI Memperbolehkan Asal Untuk Nabi Isa AS

- in Nasional
80
0
Ucapan Selamat Natal SuaraUcapan Selamat Natal Suara

ZONAPOS.COM – Terkait Hukum ‘Ucapan Selamat Natal’, Ketua PBNU dan MUI Memperbolehkan Asal Untuk Nabi Isa AS Seperti telah diketahui oleh publik jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) beebrapa hari yang lalu telah keluarkan fatwa jika untuk seluruh umat Muslim di Indonesia hukumnya HARAM memakai atribut non muslim termasuk didalamnya memperingatinya seperti atribut Natal. Namun, terkait masalah hukum mengucapkan Selamat natal sepertinya diantara pihak MUI dan PBNU punya pandangan yang sama, dimana mereka memperbolehkan ucapkan selamat Natal asalkan hanya untuk memperingati atas lahirnya Nabi Isa AS.

Walaupun begitu, hukum Ucapan Selamat Natal sendiri dikalangan masyarakat Indonesia terus menjadi kontroversi dan menjadi perdebatan di Sosial media, dimana ada yang memperbolehkan dan ada yang mengharamkan ucapan selamat natal. Tetapi, dari pengakuan Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, belum lama ini mengatakan jika untuk masalah hukum ucapan Natal pada umat Nasrani memang sampai saat ini belum ada pembahasan yang sangat khusus, karena yang baru ada hanya pada masalah pemakaian atribut semata.

Namun, Ma’ruf Amin menegaskan jika untuk hukum merayakan Natal bersama sudah jelas ada fatwanya yiatu hukumnya haram bagi umat islam, karena hal tersebut sudah bersifat ritual sehingga sangat haram untuk dilakukan. Berbeda dengan mengucapkan yang masih menjadi polemik. Namun, berbeda dengan sesuatu yang bersifat resmi karena menjadi seorang pemimpin harus bersikap adil seperti yang selama ini dilakukan oleh Presiden sampai pejabat, maka hukumnya diperbolehkan. 

Ma’ruf Amin menegaskan, akan tetapi alangkah baiknya bagi Umat Muslim jangan mengucapkan selamat Natal pada umat yang lain karena masih ada perdebatan tetapi diperbolehkan hanya sekedar memperiongati kelahiran Nabi Isa Almasih karena masih nabi Allah SWT. “Apabila masih ada suatu perbedaan, maka saya nggak akan lakukan hal tersebut, kecuali untuk masalah tahun baru itu pastinya diperbolehkan,” pungkas Ma’ruf Maarif.

Diamini juga oleh Said Aqil Siradj, Ketum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) ia menegaskan terkait hukum Ucapan Selamat Natal jika ucapan tersebut bukan menjadi masalah besar, dan diperbolehkan untuk diucapkan namun, tetap hanya ditunjukan kepada Nabi Isa AS bukan orang lain. “Hukum ucapkan selamat Natal pastinya diperbolehkan. namun, yang kita ucapkan itu atas kelahiran Nabi Isa Almasih. Boleh mengucapkannya dengan syarat bukan untuk anak tuhan yang selama ini dipercaya mereka, ” tandas Said, usai ia menghadiri acara Haul ke7 mendiang Gusdur, bertempat di JL. Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *